Sabtu, 23 April 2016

Konteks Penelitian



Respon ke 7 

            Pada pertemuan ke tujuh ini untuk mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif membahas tentang konteks penelitian.
            Sesuai penelitian kualitatif yang digunakan dalam penulisannya adalah konteks penelitian, atau yang biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif disebut dengan latar belakang. Dalam sebuah konteks penelitian biasanya mengandung tiga landasan, yaitu sebagai berikut: 

1.      Landasan Yuridis
Landasan yuridis adalah seperangkat konsep peraturan perundang-undangan yang menjadi titik tolak yang menurut Undang-Undang 1945 meliputi, Undang-Undang Republik Indonesia, Ketetapan MPR, Undang-Undang Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, peraturan pelaksanaan lainnya, seperti Peraturan Menteri, Instruksi Menteri, dan lain-lain.
2.      Landasan Teoritis
Landasan teoritis adalah seperangkat definisi para ahli, konsep, serta proposisi yang telah disusun dengan rapi dan sistematis tentang variabel-variabel dalam sebuah penelitian. Landasan teori akan menjadi dasar yang kuat dalam sebuah penelitian yang akan dilakukan.
3.   Landasan Empiris

Landasan Empiris adalah ilmu yang bertitik tolak pada pengalaman indrawi.   Pengalaman indrawi diartikan sebagai sentuhan, penglihatan, penciuman, pengecapan seseorang terhadap sesuatu yang diamatinya. dan Empiris artinya relokasi situasi sosial apa yang terjadi dalam situasi nyata


            Dalam landasan diatas merupakan acuan awal dalam melatarbelakangi permasalahan yang ingin di deskripsikan melalui penelitian kualitatif.

Prosedur Penelitian Kualitatif



Respon ke 6
Dalam pertemuan ke 6 dalam mata kuliah Metodologi Penelitian Kualitatif membahas tentang prosedur penelitian kualitatif. Adapun beberapa prosedur penelitian kualitatif yaitu :

1.      Prosedur Etnografi

Sesuai pertemuan sebelumnya telah dibahas bahwa penelitian etnografi merupakan uraian / penafsiran suatu budaya atau sistem sosial. Dimana peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku, kebiasaan dan cara hidup mereka. Dan prosedur dalam melakukan penelitian etnografi, sebagai berikut:

1.      Melokasi situasi sosial.
2.      Melakukan observasi partisipan (terlibat dalam aktivitas masyarakat setempat)
3.      Membuat rekaman etnografi.
4.      Membuat observasi deskriptif.
5.      Melakukan Analisis Domain (peneliti membuat fokus penelitian).
6.      Melakukan pengamatan terfokus.
7.      Melakukan Analisis Taksonomi (peneliti memahami domain-domain).
8.      Melakukan observasi terpilih.
9.  Melakukan Analisis Komponensial (data diperoleh dari hasil observasi, wawancara & dokumentasi).
10.  Menemukan tema-tema budaya.
11.  Mengambil inventaris budaya.
12.  Menulis etnografi.

2.      Prosedur Studi Kasus

Studi kasus adalah penelitian yang bisa meliputi pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan yang sangat teliti tentang orang, topik-topik, isu-isu, atau program. untuk itu tentu ada prosedur dalam melakukan studi kasus. adapun prosedur studi kasus antara lain :
1.      Pemilihan kasus.
2.      Pengumpulan data (observasi, wawancara dan dokumentasi).
3.      Analisis data.
4.      Refinement (melakukan pengumpulan data ulang untuk mendalami makna).
5.      Penulisan laporan.
3.      Prosedur Grounded Theory 
1.      Penyusunan usulan penelitian (potret penelitian).
2.      Pengenalan lapangan Tahap 1 (memahami situasi sosial, pengamatan awal, menemukan data sekunder dan komunikasi dengan masyarakat yang berada disana).
3.      Pengenalan lapangan Tahap 2 (mengkaji data secara keseluruhan, mempererat komunikasi dan membuat kategori-kategori).
4.      Pengenalan lapangan Tahan 3 (konsultasi dengan pembimbing).
4. Prosedur Penelitian Tindakan
1.      Studi Pendahuluan.
2.      Penyusunan desain penelitian tindakan.
3.      Pelaksanaan penelitian tindakan.
4.      Laporan penelitian tindakan.

Dalam prosedur penelitian diatas akan sangat membantu dalam menyusun serta memberikan keleluasaan bagi para peneliti termasuk saya yang dapat dimanfaatkan untuk program penelitian maupun keperluan akademis yang akan dilaksanakan.